Verifikasi lapangan dari Kemenkes dalam rangka penilaian penghargaan TPM taat Prokes Tahun 2021

Verifikasi lapangan dari Kemenkes dalam rangka penilaian penghargaan TPM taat Prokes Tahun 2021

Penerapan protokol kesehatan untuk sektor rumah makan di Kota Madiun sudah cukup baik. Bahkan, satu rumah makan di Kota Pendekar masuk dalam nominasi rumah makan dengan penerapan prokes terbaik tingkat nasional. Pun, tim verifikasi lapangan melakukan peninjauan ke Boksa Bakso di Jalan Sulawesi Kelurahan Kartoharjo, Kamis (30/9). Boksa Bakso merupakan rumah makan di Kota Pendekar yang masuk nominasi tersebut.

‘’Ini luar biasa ya. Boksa Bakso ini memang dari awal tertib dan disiplin prokes. Menjadi salah satu rumah makan percontohan penerapan prokes di Kota Madiun,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi yang turut menerima tim verifikasi lapangan di Boksa Bakso.

Boksa Bakso memang dijadikan rumah makan tangguh era pandemi Covid-19. Tak hanya tertib dalam penerapan prokes. Manajemen juga menyuguhkan berbagai inovasi dalam penanganan Covid-19. Seperti cuci tangan bagi pegawai setiap 1 jam sekali, Qr Code menu, dan lain sebagainya. Artinya, penerapan prokes tidak hanya terpaku memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

‘’Prokes itu pada intinya untuk memutus rantai penularan. Jadi apa saja yang bisa memutus rantai penularan itu termasuk prokes. Tinggal bagaimana kreatifitas kita dalam memutus rantai penularan ini,’’ jelasnya.

Boksa Bakso tak sendiri. Setidaknya ada 13 dokumen dari 38 kota/kab di Jawa Timur yang diusulkan Pemprov Jawa Timur. Ada tiga 3 yang lolos termasuk Boksa Bakso dari Kota Madiun. Dua lainnya datang dari Kota Surabaya dan Kota Batu. Tiga daerah yang lolos ini akhirnya dilakukan verifikasi lapangan. Hal serupa juga tengah berjalan di provinsi lain.

‘’Prinsipnya penerapan prokes di sini sudah bagus. Entah nanti menang atau tidak, prokes di sini sudah layak untuk dijadikan percontohan. Saya berharap rumah makan, resto, hotel, dan lainnya juga melakukan inovaso-inovasi serupa,’’ pungkasnya.

Ketua Tim Penilai : Rudy Harsono (APJI pusat)

Anggota Tim Penilai :
1. Dwi Nastiti (SEAMEO RECFON)
2. Anugrah Cahya N (PT. EMBRIO BIOTEKINDO)
3. Okki S (Persakmi)
4. Sulistyawan (dirkesling kemenkes)