Warga Klegen Ubah Lidah Buaya Jadi Minuman Berkhasiat

Warga Klegen Ubah Lidah Buaya Jadi Minuman Berkhasiat

Aloe vera atau biasa disebut tanaman lidah buaya memang dikenal memiliki banyak khasiat. Mulai untuk kesehatan, kecantikan, hingga obat luka bakar. Tak heran, tanaman ini banyak diolah menjadi berbagai bentuk agar mudah digunakan. Seperti yang dilakukan Wahidin Nuryana, warga Kelurahan Klegen yang mengolah lidah buaya menjadi sirup, minuman siap saji, hingga dalam bentuk agar-agar.
Rumah Wahidin Nuryana di Jalan Bhakti Wijaya Kelurahan Klegen cukup ramai, siang itu. Sejumlah ibu-ibu warga sekitar terlihat tengah berada di rumahnya. Mereka bukan tanpa alasan. Ibu-ibu itu tengah belajar membuat minuman berbahan aloe vera. Yu Ana -panggilan Wahidin Nuryana- memang cukup berhasil membuat minuman berbahan olahan tanaman lidah buaya tersebut.
‘’Karena ini hanya untuk sampingan, jadi produksi saya ndak banyak. Tetapi Alhamdulillah sudah ada pelanggan tetap dari beberapa penjual minuman di Kota Madiun,’’ kata Ana sambil mulai mengupas tanaman lidah buaya di tangannya.
Caranya juga cukup mudah. Tanaman lidah buaya dikupas dan diambil dagingnya terlebih dahulu. Setelahnya, potongan dicuci. Rendam dengan garam secukupnya sekitar lima menit. Setelah itu, potongan daging tanaman lidah buaya tersebut kembali dicuci. Setelahnya rendam dengan air panas. Sejumlah proses tersebut untuk menghilangkan lendir dan bau tanaman lidah buaya yang cukup kuat.
‘’Setelah itu diblender. Sebagian dipotong kecil-kecil untuk isiannya,’’ jelasnya.
Larutan hasil blender itu lantas dimasak dengan dicampurkan gula. Untuk 750 mililiter larutan lidah buaya, Ana membutuhkan satu kilo gula pasir. Dia juga menambahkan esen buah sebagai perasa. Ana biasa menggunakan esen lecy untuk minuman olahannya tersebut. Larutan tersebut lantas dimasukkan dalam botol kemasan beserta dengan irisan potongan daging lidah buaya yang tidak diblander tadi.
‘’Jadi airnya jadi lidah buaya, isiannya juga dari lidah buaya. Tapi kalau mau dijadikan sirup, ya cuma larutannya saja,’’ ungkap Dosen di Unmer tersebut.
Usahanya itu dimulai sekitar tiga tahun lalu. Namun, dia mengaku sudah penasaran dengan tanaman lidah buaya sejak masih sekolah. Ya, kebetulan ditempat bibinya dulu banyak tanaman lidah buaya. Dia lantas mencoba informasi tentang manfaat lidah buaya hingga cara pengolahannya. Informasi demi informasi dikumpulkan hingga akhirnya dia mulai mencobanya Ketika memiliki waktu senggang. Memang tidak langsung berhasil. Namun, setelah beberapa kali upaya, minuman yang diinginkan itupun akhirnya jadi.
‘’Awalnya membuat sirup dulu, terus saya mulai buat minuman yang siap saji dan dikembangkan lagi buat agar-agar,’’ terangnya.
Sirup lidah buaya made in Ana dijual Rp 22 ribu per botolnya. Sedang, minuman siap saji itu dijual Rp 5 ribu dan agar-agar dijual Rp 3 ribu percupnya. Ana mengaku sengaja tak mempromosikan minuman olahannya di internet lantaran takut kewalahan. Sebab, kesibukannya sebagai dosen tentu tidak boleh ditinggalkan.
‘’Peminatnya cukup banyak. Apalagi, tanaman ini khasiatnya kan juga beragam. Tetapi untuk sementara saya hanya melayani pesanan dari pelanggan rutin saja,’’ pungkasnya.