Keripik Pare Nambangan Kidul

Keripik Pare Nambangan Kidul

Proses pendampingan peningkatan produk usaha keripik pare dilakukan oleh Angga Kusuma. Kegiatan itu dilaksanakan berkaitan dengan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa semester tujuh prodi manajemen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tersebut.

Pendampingan itu dikerjakan Angga di Kelurahan Nambangam Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun mulai dari 21 November hingga 3 Januari 2021 mendatang. “Kegiatan KKN ini dibiayai oleh kampus sebesar Rp 845 ribu. Dana ini untuk membantu para mahasiswa menjalankan setiap kegiatan KKN,” kata Angga, Minggu (20/12).

Adapun kegiatan pendampingan yang diberikannya berupa packaging dan labelisasi usaha keripik pare milik Eny Setiowati. Tujuannya supaya terlihat menarik dan modern. Tidak hanya itu, Angga juga memberikan pelatihan cara memasarkan produk keripik pare tersebut kepada Eny via media sosial (medsos) dan e-commerce. “(model) pemasarannya dulu hanya dipasarkan ke beberapa warung dan tetangga saja,” ungkapnya.

Kini produk Eny sudah tembus ke Surabaya dan luar pulau Jawa. Dengan konsep marketing tersebut, Angga mengaku kegiatan KKN yang dilakukannya telah memberikan gambaran luasnya prospek UMKM. “Setelah kegiatan ini harapannya bisa tumbuh usaha-usaha baru dan owner keripik pare mampu juga membagikan ilmu yang sudah didapatkan,” harapnya.

Pelaksanaan kegiatan KKN itu ternyata mendapat apresiasi dari Ketua RT 41 Suharno. Dia menyatakan kegiatan KKN tersebut dianggap telah mampu memberikan ilmu usaha kepada warganya. “Harapan saya setelah kegiatan KKN ini berakhir, warga mampu meningkatkan jumlah produksi dan penjualan usahanya,” harap Suharno.