Antusian OPD saat ikuti FR PTM diLingkungan PEMKOT Madiun

FR PTM di Linkungan SATPOL PP

Peningkatan kejadian kesakitan dan kematian akibat Penyakit Tidak Menular ( PTM ) menjadi ancaman serius kesehatan masyarakat oleh karena PTM akan menambah beban ekonomis dan sosial bagi masyarakat dan negara.Dengan kemajuan teknologi yang semua kebutuhan hidup dapat dipenuhi dengan mudah sehingga menimbulkan efek bagi kesehatan seperti meningkatnya penderita Hipertensi, Diabetes melitus, Jantung,PPOK, Kanker dan Penyakit Tidak Menular lainnya.Dari 100 penderita PTM sebanyak 70 orang tidak menyadari dirinya mengidap PTM sehingga akan terlambat dalam mendapatkan penanganan yang dapat mengakibatkan komplikasi, kecacatan bahkan kematian.

Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular di Jawa Timur terjadi peningkatan  dibanding Riskesdas 2013, antara lain : kanker semua umur 2,17‰, hipertensi hasil pengukuran pada umur ≥ 18 tahun sebesar 36,32%, stroke 12,4‰, diabetes mellitus berdasarkan diagnosa dokter pada umur ≥ 15 tahun sebesar 2,6%.Sedangkan di Kota Madiun prevalensi hipertensi yang semula 35,8% menjadi 47,7% dan Diabetes Melitus menjadi 5,6%

            Peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat PTM perlu ditindaklanjuti dengan segera. Upaya pengendalian PTM tidak cukup hanya pengobatan saja, melainkan juga upaya preventif melalui deteksi dini factor risiko PTM di masyarakat.

              Peran serta masyarakat dalam Upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular sangatlah besar dengan ikut serta dan aktif dalam Posbindu PTM.Kejadian PTM dapat dicegah melalui pengendalian faktor resikonya yaitu merokok, kurang aktifitas fisik, kurang konsumsi sayur dan buah, diet tidak seimbang, stress , dan  konsumsi minuman beralkohol. Dengan diketahui atau dideteksi secara dini faktor resiko PTM diharapkan masyarakat menjadi mawas diri untuk mengendalikan factor resikonya dan segera mencari pertolongan pada petugas kesehatan jika terkena Penyakit Tidak Menular.Disini masyarakat berperan sebagai pelaku disamping sebagai sasaran kegiatan untuk mengendalikan PTM

Posbindu PTM merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini factor resiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan salahsatu kegiatan luar gedung yang penting peranannya dalam melayani masyarakat, apalagi semua factor resiko PTM tidak memberikan gejala awal pada yang mengalaminya.Per bulan Juni 2019 Jumlah Posbindu PTM di Kota Madiun mengalami peningkatan dari 148 posbindu di awal tahun menjadi 156 posbindu . Tiap Posbindu mempunyai kader posbindu yang membantu dalam pelaksanaan skiring faktor Resiko PTM di masyarakat.