
Madiun – Prevalensi stunting di Kota Madiun menunjukkan trend menggembirakan. Terjadi penurunan angka prevalensi stunting, pada tahun 2023 sebesar 12,8% dan menurun menjadi 11,8% pada tahun 2024. Keberhasilan ini tentu atas peran aktif berbagai pihak baik para kader Posyandu, petugas serta segenap elemen masyarakat. Sehubungan hal tersebut, perlu penggerakan masyarakat yang dilakukan bersama lintas sektor/stakeholder serta melibatkan mitra potensial seperti Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama dan mitra potensial lainnya untuk mengaktifkan Posyandu melalui Gerakan Posyandu Aktif.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Madiun mengadakan kegiatan “Pelaksanaan Gerakan Posyandu Aktif Tahun 2025”. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Royal Orchid, Kelurahan Josenan, Taman. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Madiun Dr. Maidi menyampaikan beberapa arahan strategis dalam peningkatan kualitas serta partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan melalui Posyandu. Pun menginstruksikan seluruh Posyandu berfungsi optimal dalam memberikan pelayanan dasar bagi masyarakat. Secara kualitas, Posyandu Aktif di Kota Madiun harus terus ditingkatkan. Salah satunya melalui peningkatan peran Posyandu. Kader sebagai pelaksana utama posyandu memiliki peran besar terhadap kelancaran serta kesuksesan pelayanan Posyandu dan keberhasilan program-program kesehatan. Gerakan Posyandu Aktif bertujuan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan di Posyandu, dengan sasaran sesuai siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bersalin dan nifas, bayi, balita, anak prasekolah dan remaja, usia produktif dan lansia
