Bahaya, Jangan Konsumsi Madu Berlebihan

Bahaya, Jangan Konsumsi Madu Berlebihan

Madu terkenal karena manfaatnya untuk kesehatan. Namun, apabila penggunaannya berlebihan maka akan memiliki efek samping bagi penggunanya. Bagi orang yang sensitif terhadap komponen spesifik dalam madu seperti bee pollen, maka reaksinya berupa alergi.

Karena itu, sebelum mengonsumsi madu cobalah dalam jumlah sedikit terlebih dahulu. Kemudian, perhatikan reaksinya pada tubuh.

Tak hanya alergi,  efek samping madu jika dikonsumsi berlebihan adalah :

1. Belum tentu baik untuk penderita diabetes. Bagi penderita diabetes tipe 2, mengonsumsi madu bisa saja meningkatkan kadar gula darah. Selain itu, mengoleskan madu secara topikal pada area lubang pada perut tempat kateter terpasang dalam proses cuci darah (dialysis exit sites) bisa meningkatkan risiko infeksi.

2. Alergi bee pollen. Beberapa orang bisa merasa sensitif atau alergi terhadap bee pollen. Meski jarang terjadi , reaksinya bisa saja serius dan fatal.

3. Botulism. Anak-anak berusia di bawah 12 bulan dilarang mengonsumsi madu, dalam jumlah sekecil apapun. Madu bisa menyebabkan botulism akibat infeksi bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini akan tumbuh dan berkembang lebih banyak dalam usus bayi sehingga menjadi beracun.

4. Menambah berat badan. Madu mengandung kalori dan gula cukup tinggi. Bergantung pada jenisnya, setidaknya terdapat 64 kalori pada 1 sendok makan atau 21 gram madu. Dalam jangka panjang, konsumsi madu dalam jumlah berlebihan bisa saja menyebabkan kenaikan berat badan.

5. Kadar gula darah meningkat. Kandungan gula dalam madu juga bisa menyebabkan kadar gula darah meningkat secara drastis. Banyak juga penelitian yang menunjukkan hubungan antara tambahan gula dengan meningkatnya risiko kenaikan berat badan hingga obesitas.

Bahkan, kelebihan asupan gula juga dapat meningkatkan risiko mengalami depresi, demensia, dan menderita beberapa jenis kanker. Untuk itu, pastikan memilih madu yang tidak mengandung gula tinggi.