Masker Pernapasan untuk Cegah Virus Corona

Mewabahnya virus corona di berbagai belahan dunia makin membuat masyarakat khawatir.  Jumlah korban yang terus bertambah makin meresahkan. Salah satu upaya untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan penggunaan masker. Hingga kini belum ada obat untuk mengatasi virus ini.

Penggunaan masker ini menjadi salah satu saran dari WHO untuk mencegah novel coronavirus. Penjualan masker penutup wajah untuk melindungi diri dari virus corona pun terus meningkat. Bahkan produksi masker di Indonesia sampai 3 bulan ke depan sudah dipesan untuk China.

Meski kasus virus Corona tak ditemukan di Indonesia, masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap virus ini. Beragam jenis masker diburu, hingga harganya melambung.

Meski begitu, tak sembarang masker mampu menangkal jangkitan virus secara efektif. Mengetahui jenis masker untuk mencegah penyebaran virus sangatlah penting. Ada beberapa jenis masker yang memenuhi standar untuk mencegah tersebarnya virus lewat cairan tubuh yang menyebar di udara.

Penggunaan masker ini juga harus disertai dengan cara hidup sehat seperti mencuci tangan dengan sabun, memerhatikan etika ketika batuk dan bersin, dan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Berikut 4 jenis masker pernapasan yang bisa digunakan untuk mecegah penyebaran virus corona.

Masker Bedah

Masker bedah merupakan masker yang kerap digunakan oleh petugas medis atau orang yang mengalami gejala flu. Masker ini dirancang untuk memblokir tetesan cairan, dan dapat menurunkan kemungkinan terkena virus dari orang lain. Masker ini cukup efektif untuk pencegahan penularan virus.

Dari masker lainnya, masker bedah jauh lebih murah dibandingkan masker lainnya. Harga masker ini bisa berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 5.000. Masker bedah terdiri dari tiga lapisan. Bagian luar biasanya berwarna biru atau hijau berfungsi sebagai anti air, lapisan tengah untuk filter, dan lapisan paling dalam untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut atau saat bersin agar tidak menyebar melalui udara.

Meski merupakan solusi yang paling terjangkau, masker ini tidak mampu menghalau kimia, gas, atau uap. Masker bedah tidak sepenuhnya menutup hidung dan mulut sehingga partikel kecil masih bisa masuk. Dan partikel yang sangat kecil dapat dengan mudah dilewati. Debu masih bisa masuk ke hidung dan mulut jika tidak dipasang dengan tepat. Penggunaan masker ini juga tidak boleh terlalu lama dan hanya sekali pakai.

Masker N95, N99, N100

Masker dengan kode N sudah termasuk jenis masker yang efektif melindungi hidung dan mulut dari polusi dan virus. Masker ini merupakan masker pernapasan yang menawarkan perlindungan lebih terhadap paparan virus.

Masker dengan kode N ini kini banyak dicari sebagai perlindungan terhadap virus corona. Masker ini sudah sangat efektif memfilter partikel dari udara yang masuk. Pada masker ini terdapat lapisan penyaring khusus yang mampu menghalau partikel kecil. Kode angka yang ada pada seri ini menunjukkan tingkat persenan masker dapat menyaring partikel berbahaya.

Misalnya masker N95 mampu menyaring partikel berbahaya hingga 95%. Sementara N99 menyaring hingga 99% dan N100 bisa hingga 99.97%. Harga tiap masker ini juga cenderung lebih mahal tergantung pada tingkatannya.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI, penggunaan masker N95 mempunyai keterbatasan berupa ketidaknyamanan penggunanya dan durasi pemasangan terbatas, yaitu maksimal hanya 8 jam (disposable). Setelah lebih dari 8 jam, masker N95 harus diganti yang baru.

Masker R95, R99, R100

Masker jenis R cukup tahan dengan polutan berbasis minyak. Masker ini cocok digunakan pada lingkungan yang terdapat polutan mengandung aerosol minyak seperti kabut asap hasil pembakaran batu bara, gas alam atau minyak. Masker ini mampu dengan efektif hingga 8 jam, dan lebih sulit didapat dibanding masker tipe sebelumnya.

Masker R95 mampu menyaring aerosol minyak sampai 95%, masker R99 hingga 99% dan R100 sanggup menyaring partikel tersebut hingga 99.97%.

Masker P95, P99, P100

Masker dengan kode P sangat tahan terhadap polutan dengan kandungan minyak dan efektif menghalau partikel kecil di udara. Penggunaan masker ini bisa lebih lama dibanding jenis masker sebelumnya. Batas penggunaan masker ini tidak boleh lebih dari 40 jam.

Sama seperti seri N dan R, masker P95 mampu menyaring aerosol minyak sampai 95%, masker P99 hingga 99% dan P100 sanggup menyaring partikel tersebut hingga 99.97%.