Intip Mitos & Fakta Penyakit Kusta

Kusta merupakan penyakit jangka panjang yang menyerang beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, dan mata. Penyakit ini adalah salah satu penyakit yang ditakuti karena bisa menyebabkan kecacatan, mutilasi (misalnya salah satu anggota tubuh seperti jari terputus), ulserasi (luka borok), dan lainnya.

Seperti apa gejala dan ciri-ciri penyakit kusta yang perlu diwaspadai?

  • Mati rasa atau baal (tidak bisa merasakan perubahan suhu hingga kehilangan sensasi sentuhan dan rasa sakit pada kulit).
  • Nyeri persendian.
  • Lepuh atau ruam.
  • Berat badan turun.
  • Pembesaran saraf tepi, biasanya di sekitar siku dan lutut.
  • Muncul bisul namun tidak sakit.
  • Kulit kering dan pada daerah yang sebelumnya ditumbuhi rambut atau bulu bisa rontok (misalnya alis dan bulu mata).
  • Lemah atau lumpuh otot.
  • Perubahan bentuk wajah
  • Mutilasi, rasa baal menyebabkan penderita tidak menyadari adanya luka, sehingga bisa menimbulkan luka yang tidak diobati, borok
  • Hidung tersumbat atau mimisan.
  • Muncul luka tapi tidak terasa sakit.
  • Meskipun sudah banyak penelitian terkait kusta, namun masih banyak anggapan yang kurang tepat di masyarakat terkait penyakit ini. Apa saja mitos penyakit kusta yang tidak benar?

MITOS: Penyakit Kutukan dan Turun Temurun

Faktanya, kusta disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium leprae. Namun demikian, risiko menderita kusta dapat semakin besar jika salah satu anggota keluarga terkena penyakit ini.

MITOS: Mudah Menular

Faktanya, kusta tidak akan mudah menular kecuali jika Anda tidak melakukan kontak berulang dengan penderita. Banyak yang percaya bahwa kusta dapat menular dengan mudah karena penyebarannya bisa melalui udara, tetapi itu salah besar. Anda baru akan tertular kusta jika terbukti melakukan kontak langsung yang berulang dengan penderita seperti penggunaan pakaian atau handuk bersama.

MITOS: Tidak Dapat Disembuhkan

Faktanya, penderita kusta dapat sembuh secara total jika mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Dengan terapi multiobat (Multi Drug Therapy/MDT) yang mendapatkan pengawasan langsung dari dokter, kusta dapat disembuhkan secara total.

MITOS: Tidak Menimbulkan Komplikasi Serius

Faktanya, kusta yang tidak segera ditangani dapat memicu beberapa komplikasi serius, termasuk cacat anggota tubuh. Jika tidak ditangani dengan segera, pasien akan berisiko besar mengalami komplikasi kesehatan yang serius seperti kerusakan saraf, kemunduran fungsi penglihatan, hingga cacat permanen di beberapa bagian tubuh.

Hingga kini, penyakit kusta masih menjadi momok tersendiri bagi sebagian besar masyarakat. Namun demikian, kita harus menyadari bahwa penyandang kusta pun memerlukan perhatian dan penanganan yang layak. Menghentikan diskriminasi, stigma, dan prasangka terhadap penyakit kusta merupakan salah satu cara menangani penyakit ini dengan baik, karena dengan demikian lebih banyak orang akan sadar akan penyakit kusta dan dapat melakukan deteksi dini sehingga penanganan bisa lebih cepat pula.

Jika Anda mendapati gejala dan ciri-ciri penyakit kusta pada diri sendiri atau orang yang Anda kasihi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan segera.